Kelihatannya lebih enak tinggal di rumah…

Tiba-tiba aku mendapatkan ide untuk tidak bepergian di malam Tahun Baru kali ini. Sesudah tidak hujan berhari-hari, kecuali kadang-kadang di malam hari, hari ini hujan turun cukup deras sejak sore. Begitu derasnya sampai aku tidak bisa membayangkan aku menyetir di malam hari, keluar-masuk mobil dengan mengenakan pakaian malam Tahun Baru yang tentunya istimewa. Aku menimbang lagi beberapa usulan teman melewatkan malam Tahun Baru bersama. Satu teman akan melewatkannya di sebuah hotel butik dekat toko kami yang tiketnya tidak murah tetapi aku merasa mungkin akan lebih menyenangkan kalau lebih banyak teman pergi ke tempat yang sama. Pilihan yang lain adalah santap malam istimewa di sebuah restoran di dekat rumah diiringi musik hidup untuk berdansa.
Apapun, sesudah berhari-hari melewatkan liburan di rumah paling tidak setengah hari di pagi hari sampai siang, rasanya tidak ada semangat untuk melewatkan waktu di tempat yang ‘sudah tidak asing lagi’ di kota kecil seperti Ubud ini. Sekarang aku mengerti kenapa banyak orang dan aku sendiri suka merencanakan melewatkan malam Tahun Baru di tempat yang ‘baru,’ tempat yang tidak biasa dikunjungi di hari lain, sehingga momen istimewa ini bisa semakin istimewa. Seorang teman baik di Denpasar memutuskan untuk tinggal di rumah membaca buku silat yang baru dia beli. Kelihatannya itu ide yang baik terutama sesudah ada desas-desus mengenai adanya kemungkinan bom meledak di Bali malam ini.
Akhirnya datang juga saat untuk mengubah tampilan blog yang sering aku lakukan setiap pergantian tahun. Perubahan, terutama yang berarti, selalu memberi nuansa yang berbeda di hari selanjutnya. Aku memilih warna oranye-kuning untuk tahun 2010 karena ini adalah Tahun Harimau Metal. Sering aku membiarkan diriku terjebak pada hal-hal yang sama yang selalu aku lakukan seperti memilih warna alam atau monokromatik untuk kebanyakan karya seniku tetapi di tahun mendatang ini aku bertekad untuk keluar dari kotak kebiasaanku. Aku ingin pembaruan yang membawa semangat baru.
Sudah empat tahun aku menulis di blog ini hampir setiap hari. Tahun ini jumlah pos mengalami penurunan yang cukup berarti, hampir 16%, dari tahun sebelumnya yang juga sudah turun 9,4% dari tahun sebelumnya lagi. Mudah-mudahan tahun ini jumlah pos tidak menurun lagi hanya karena aku kembali belajar memakai bahasaku sendiri. Aku bertekad memurnikan semua aspek kehidupan yang aku mulai dari pemakaian bahasa. Karena keharusan memakai berbagai bahasa dalam keseharian, aku bertekad untuk tidak mencampur bahasa yang aku pakai. Aku mulai memperhatikan bahasa yang dipakai teman-teman literaturku yang pandai dan kreatif mengkaryakan kosa kata yang kita miliki yang ragamnya kurang luas dibandingkan bahasa lain seperti bahasa daerah. Aku dan temanku yang penterjemah banyak tertawa tadi siang waktu kami mencoba menemukan kata yang cocok untuk menggambarkan ‘membawa barang diatas kepala.’ Dijunjung? Lalu bagaimana memberi imbuhan awal dan akhir yang baik dan benar sehingga tidak menimbulkan tafsiran yang kurang tepat. Semua bahasa membawa tantangannya sendiri dalam pemakaian lisan dan tulis.
Aku juga merencanakan untuk memberi rumah tinggalku nuansa baru yang lebih kontemporer. Selama ini aku mengkombinasi gaya klasik dan mutakhir untuk hiasan-hiasan di rumah. Ini akan menjadi proyek berjalanku tahun ini. Aku juga harus segera ‘masuk’ ke Pallava untuk memilah barang apa yang ingin aku simpan untuk aku pakai sendiri dan barang apa yang bisa aku lepas pada harga dasar atau lebih rendah untuk menyederhanakan tatanan peraga dan gudang. Ini bukan rencana baru tetapi aku harus mengatakannya lagi untuk memberi nuansa baru semangatnya. Seringkali waktu melenakan aku dari berpikir lebih rinci di kedua tempat usahaku namun kelihatannya tahun mendatang ini aku ‘dipaksa’ untuk segera memutuskan sesuatu. Waktu terus berlari…
Malam yang istimewa untuk semangat yang istimewa. Hidup semangat baru! begitu bunyi pesan singkat yang dikirim padaku oleh bekas anak asuh Mama. Aku sepaham dengannya.
Pohon Natal terbuat dari daun palem kering di galeri yang aku kunjungi kemarin.




















